Tuesday, 12 June 2012

Jika Terpilih, Amiruddin-M Arif Akan Menyelamatkan Bireuen

BIREUEN – Pendidikan dan penyelamatan Kabupaten Bireuen menjadi isu penting ketika Amiruddin Idris-Muhammad Arif, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bireuen periode 2012-2017 berorasi di lapangan bola kaki Keude Jeunieb, Bireuen, Selasa 12 Juni 2012.

“Bidang pendidikan di Kabupaten Bireuen hanya akan maju dan berkembang jika dipimpin oleh orang yang berpendidikan,” ujar Amiruddin.Selain dua masalah tersebut, mereka juga akan melakukan peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menyatukan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Amiruddin juga berjanji akan melakukan perbaikan bidang keuangan, karena Kabupaten Bireuen terancam bergabung kembali dengan kabupaten induk Aceh Utara jika tidak bisa menyeimbangkan keuangan antara belanja aparatur dengan belanja publik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK).

“Saat ini belanja aparatur mencapai 75 persen sementara belanja untuk publik (rakyat) hanya 25 persen, kami akan berupaya untuk menyelematkan Bireuen dari ancaman bergabung kembali dengan kabupaten induk,” katanya..

Amiruddin-Arif yang disingkat AMAR itu, jika terpilih akan membuat Bireuen menjadi dua zona di bidang pendidikan yaitu kawasan timur untuk pendidikan umum dan kawasan barat sebagai kawasan dayah yang berorientasi teknologi.

Sementara bidang kesehatan meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, meningkatkan bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, lalu bidang sosial memfokuskan pembangunan rumah dhuafa.

“Untuk tiga bulan pertama menata kembali birokrasi Pemerintahan Bireuen yang sudah rusak baik dari segi manajemen dan keuangan,” katanya.


 http://atjehpost.com

Mahfud MD: Indonesia Bukan Negara Agama

Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, menyatakan, Indonesia bukan negara agama, namun Indonesia juga bukan negara sekuler.

Hal itu dikemukakan Mahfud MD saat membuka Pusat Studi Konstitusi dan Kebijakan Publik, Selasa (12/6/2012) di Universitas Yapis Jayapura.

Indonesia, ungkap Mahfud, adalah negara kebangsaan yang religius. Indonesia mendasarkan gagasan filsafatnya pada Pancasila, yang menjadi idiologi hidup berbangsa dan bernegara.

Nilai-nilai Pancasila sendiri bersumber dari kebenaran-kebenaran falsafati, yang dihidupi oleh Bangsa Indonesia, salah satunya adalah agama.

Oleh karena itu, ungkap Mahfud, setiap warga negara haruslah saling menghormati dan menghargai. Ia menilai, kehidupan toleransi umat beragama di Papua baik. " Tidak ada konflik yang bersumber dari perbedaan agama," tuturnya.
|sumber: kompas