Showing posts with label Kamera DSLR. Show all posts
Showing posts with label Kamera DSLR. Show all posts

Thursday, 1 November 2012

Konsep Exposure (3): Over-Exposure dan Under-Exposure

Lanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai konsep exposure (Elemen-Elemen Pembentuk Exposure) dan (Memahami ISO, Aperture dan Shutter Speed). Untuk lebih mudah memahami kita lihat pada contoh ilustrasi foto dibawah ini, bagaimana over-exposure dan under-exposure terlihat pada hasil sebuah foto.


ilustrasi over exposure dan under exposure

Normal-exposure, kondisi dimana pengaturan nilai (ukuran) dari kombinasi tiga elemen eksposur: ISO, Aperture dan Shutter Speed sudah sesuai dengan kondisi pencahayaan di lingkungan (ambient light) objek foto, sehingga hasil foto terlihat normal.

Over-exposure, kondisi dimana pengaturan nilai (ukuran) dari kombinasi tiga elemen eksposur: ISO, Aperture dan Shutter Speed tidak sesuai dengan kondisi pencahayaan di lingkungan (ambient light) objek foto sehingga hasil foto terlihat terlalu terang, maka dengan kata lain over-exposure adalah hasil rekam sensor-gambar/film pada kamera yang terlalu banyak (over) menyerap cahaya di lingkungan objek foto.

Under-exposure, sebaliknya dengan pengertian over-expusre di atas, maka dengan kata lain under-exposure adalah hasil rekam sensor-gambar/film pada kamera yang kurang (under) menyerap cahaya di lingkungan objek foto.

<<< Previous .... Konsep Exposure (bagian-2): Memahami ISO,... 
 

Konsep Exposure (2): Memahami ISO, Aperture, Shutter Speed

ISO Speed

ISO, sebenarnya adalah singkatan dari International Standards Organization. ISO rating (tingkatan ISO), yang nilainya dari 25 - 3200 (atau lebih) menunjukkan kepekaan cahaya. Semakin kecil nilai ISO, semakin kecil kepekaan sensor gambar merekam cahaya, namun hasil gambar akan semakin bersih (tanpa digital noise). Semakin tinggi nilai ISO, semakin besar kepekaan sensor gambar, namun lebih banyak menghasilkan digital noise.


ilustrasi perbedaan iso pada kamera dslr


Apakah yang dimaksud dengan digital noise? yaitu sinyal cahaya yang bukan berasal dari subjek foto yang membentuk titik (bercak-bercak) warna pada sebuah gambar. Pada dasarnya kamera digital dirancang dengan standar sensor gambar untuk hasil terbaik pada nilai ISO terendah, yaitu ISO 100 yang terdapat pada kebanyakan kamera digital. Namun pada beberapa kamera digital high-end bisa lebih rendah sampai ISO 50 atau bahkan 25.

iso noise diagram

Aperture

Aperture (bukaan lansa) adalah besar/kecil-nya bukaan lubang diafragma pada lensa, yang mempengaruhi besar/kecil-nya volume cahaya yang masuk melalui lensa menuju sensor gambar/bidang film (Konsep Exposure bag.1).

aperture dof diagram

Nilai aperture ditunjukkan dalam satuan f-stop. Semakin kecil angka f-stop, misalnya f/1.2, berarti semakin besar lubang diafragma lensa terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk), juga bidang fokus (DOF = Depth of Field) akan semakin sempit (shallow). Begitu juga sebaliknya, semakin besar angka f-stop, misalnya f/22, semakin kecil lubang diafragma lensa terbuka dan semakin kecil volume cahaya yang masuk, dan bidang fokus (DOF) akan semakin lebar.

Shutter Speed

shutter speed freeze blur diagram

Kecepatan rana (shutter speed) diukur dalam satuan detik, dan menunjukkan seberapa cepat "tirai" pada sensor gambar atau bidang film membuka dan menutup kembali (Konsep Exposure bag.1). Shutter speed mengatur kecepatan --berapa lama-- cahaya memasuki lensa dan menyentuh sensor gambar atau bidang film. Kecepatan ini juga memungkinkan kita untuk mengatur bagaimana suatu gerakan akan direkam. Jika shutter speed lebih cepat dari objek atau background, maka gambar akan terlihat tajam dan freeze. Jika lebih lambat, maka kita akan mendapatkan hasil gambar blur atau berbayang.


<<< Previous .. Konsep Exposure (1): Elemen-Elemen......
  

Konsep Exposure (1): Elemen-Elemen yang Mengatur Exposure

Dalam menekuni fotografi, Exposure merupakan hal penting yang harus segera dipahami. Secara singkat, exposure adalah elemen-elemen penting yang akan terekam pada film (kamera analog) atau sensor gambar (kamera digital) untuk menghasilkan suatu foto. Ada tiga elemen yang membentuk exposure --yang nilai (ukurannya) dapat dirubah-rubah-- yaitu: ISO, bukaan lensa (aperture) dan kecepatan rana (shutter speed), yang dikenal dengan istilah "segitiga eksposur".
exposure triangle
Exposure-triangle by Exposure-Guide

  • ISO rating (tingkatan nilai ISO) menentukan tingkat kepekaan sensor gambar pada kamera terhadap cahaya. Penomoran nilai ISO (turun/naik) mewakili dua kali lipat atau mengurangi separuh dari kepekaan sensor terhadap cahaya. Contoh penulisannya adalah ISO 100, 200, 400, 800, 1600, 3200 dan seterusnya .. semakin besar nilainya maka semakin peka sensor menerima cahaya dan semakin terang foto yang dihasilkan.
diafragma aperture
  • Bukaan lensa (Aperture) mengatur besar/kecil-nya bukaan lubang diafragma pada lensa, yang akan mempengaruhi besar/kecil-nya jumlah cahaya yang masuk melalui lensa ke bidang sensor/film. nilai aperture ditunjukkan dalam satuan f-stop. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang diafrgama pada lensa terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk), dan sebaliknya semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang diafragma terbuka. Contoh penulisannya adalah f/1.4, F//2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16 dan seterusnya .. 
  • Kecepatan rana (shutter speed) menunjukkan berapa lama terbuka-nya "tirai" yang menutupi masuknya cahaya melalui lensa ke sensor, kemudian menutup kembali. Kecepatan membuka-menutup ini diatur oleh tombol rana (shutter button). Maka secara sederhana dapat didefinisikan, shutter speed adalah jarak waktu antara saat tombol shutter kamera dipencet sampai tombol ini kembali ke posisi semula. Nilai kecepatannya mewakili "stop" yaitu berhentinya cahaya yang diukur dalam satuan detik. Semakin cepat shutter speed, maka semakin cepat (sedikit) sensor menerima cahaya, dan sebaliknya. Contoh penulisannya adalah 1, 1/10, 1/100. 1/200, 1/400. 1/800 dan seterusnya.



Ketika tiga elemen ini digabungkan, mereka mewakili dan mempengaruhi nilai exposure (EV = exposure value). Setiap perubahan salah satu nilai dari tiga elemen tersebut akan mempengaruhi dua elemen yang lain dalam bereaksi untuk mengekspos sensor gambar atau film, bagaimana hasil foto akan terlihat.

Lebih jauh mengenai tiga elemen ini dengan contoh foto pada artikel bagian-2 (Memahami ISO, Aperture dan Shutter Speed.)



Wednesday, 17 October 2012

7 Tips Memulai Belajar Fotografi dengan Kamera DSLR

Dunia fotografi saat ini semakin digemari banyak orang. Mungkin Anda adalah salah satunya? Teknologi Digital SLR (DSLR) adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan dunia fotografi saat ini. Memiliki kamera DSLR tentunya merupakan impian untuk memulai hobi fotografi Anda. Mengenal kamera DSLR (Sekilas tentang Kamera DSLR) dan Bagaimana Memilih Kamera DSLR bisa jadi pilihan Anda sebelum memulai belajar fotografi lebih lanjut.

Berikut 7 tips sharing untuk memulai belajar fotografi.
  1. Kenali Kamera - baca buku manual sebelum mengutak-atik kamera Anda. Saya akui kadang malas untuk membaca buku yang tebalnya bisa ratusan halaman, maunya sih langsung aja beraksi dengan kamera kita hehe... Nah dalam kasus ini hilangkan dulu rasa malas, karena membaca manual akan sangat bermanfaat.
  2. Gunakan Mode Manual - Mode auto pada kamera DSLR seringkali menjadi pilihan favorit karena mudah dan cepat, tapi sayangnya tidak memberikan kepuasan kreatifitas. Kelebihan utama kamera DSLR dibandingkan dengan kamera point and shoot adalah pada Mode Manual yang memungkinkan kita untuk berkreasi seluas-luasnya. 
  3. ISO, Aperture dan Shutter Speed - melanjutkan tips diatas untuk memulai dengan Mode Manual, perlu pemahaman ketiga elemen tersebut. Lebih jauh mengenai hal tersebut ada di pembahasan tentang Memahami konsep Exposure (segitiga exposure : ISO, Aperture dan Shutter Speed)
  4. Selalu Membawa Kamera - salah satu alasan mengapa sebagian orang banyak kehilangan momen penting adalah karena mereka tidak membawa kamera saat momen itu terjadi.
  5. Mulai dengan Lensa Kit - ini adalah lensa standar bawaan saat kita membeli kamera DSLR, lensa ini sangat layak untuk memulai belajar fotografi, karena itu jangan sampai karena keinginan untuk memiliki lensa tertentu menghambat Anda untuk segera memulai. Nah seiring dengan peningkatan kemampuan dan kebutuhan barulah mulai berfikir untuk menggunakan lensa yang lain, tentunya harus dengan bijak sesuai kebutuhan dan kocek tentunya :)
  6. Potret dan Potret lagi - jangan ragu untuk terus memotret, semakin sering memotret, kita akan semakin memahami karakter kamera kita dan tentunya juga hasil foto sesuai keinginan kita.
  7. Mentor - belajar sendiri atau otodidak memang tidak ada salahnya, apalagi di era internet dan multimedia saat ini sangat mendukung untuk mendapatkan berbagai referensi dengan sangat mudah. Namun proses pemahaman kita tentunya akan berbeda jika kita mempunyai mentor atau orang yang lebih berpangalaman yang bisa kita tanya langsung.      



Yang tidak kalah penting dari tips di atas, nikmatilah hobi fotografi Anda dan jangan ragu untuk mengirimkan hasil jepretan kamera Anda kepada teman-teman dan orang-orang yang Anda sayangi, mintalah pendapat mereka dan jadikan pujian, kritik dan saran mereka untuk menjadi lebih maju. Selamat mencoba.

Sunday, 14 October 2012

Pilih Kamera Anda, Tips Memulai Belajar Fotografi

Nikon vs Canon
- Kamera DSLR -
Di era digital seperti sekarang ini, banyak sekali Kamera DSLR yang beredar di pasaran. Seperti halnya saya saat pertama kali ingin membeli kamera DSLR, mungkin begitu juga dengan sebagian besar pehobi fotografer pada awalnya seringkali bingung dengan berbagai pilihan merek kamera DSLR yang ada. Masing-masing mereka tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya.
Bagaimana cara memilih kamera yang tepat sesuai kebutuhan Anda? 7 tips berikut ini mungkin bisa menjadi pertimbangan sebelum Anda membeli kamera DSLR impian Anda.
  1. Harga. Berbagai merek dan tipe kamera DSLR memiliki variasi harga yang beragam sesuai fitur yang ditawarkan. Tentunya hal ini harus disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Yakinlah akan selalu ada pilihan untuk hal ini, jangan sampai karena hanya ingin memiliki DSLR dengan banyak fitur Anda mengurungkan niat membeli karena tidak sesuai budget. 

  2. Kegunaan. Berhubungan dengan harga di atas, adalah hal yang kurang bijak dalam memilih kamera DSLR dengan membeli yang paling mahal namun kita belum mengerti cara pengoperasiannya. Pelajari terlebih dahulu fitur-fitur kamera DSLR yang akan dibeli, banyak referensi di internet mengenai hal ini. Apakah fitur-fitur kamera tersebut sesuai kegunaannya dengan tujuan Anda?

  3. Resolusi. Kamera dengan resolusi tinggi berpengaruh pada hasil cetak foto. Apabila Anda gemar mencetak atau salah satu tujuan utama Anda memiliki kamera DSLR adalah hasil cetak foto, maka DSLR dengan resolusi tinggi patut Anda pertimbangkan. Pertimbangkan seberapa penting hasil cetak foto yang Anda inginkan. Kecuali untuk Advertising Printed yang biasanya berukuran sangat besar, menurut hemat saya resolusi terkecil untuk standar kamera DSLR yang ada saat ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi hobi fotografi Anda.

  4. Ukuran. Kebanyakan kamera DSLR memang berukuran jumbo dan tidak seperti kamera digital pocket. Namun ada juga beberapa kamera DSLR yang berukuran tidak terlalu besar, biasanya untuk pemula yang sering disebut dengan Entry-level. Hampir setiap merek mempunyai produk untuk kamera Entry-level mereka.

  5. Konektifitas. Beberapa jenis kamera DSLR menawarkan fitur tertentu untuk memindahkan hasil foto dari kamera ke perangkat komputer tanpa melalui kabel data. Pertimbangkan hal ini apakah Anda benar-benar memerlukannya.

  6. Auto fokus. Fitur lainnya pada kamera DSLR yang mungkin perlu Anda ketahui adalah auto fokus, beberapa merek kamera tidak mempunyai fitur ini pada bodi kamera. Hal ini lebih berpengaruh pada  lensa, jika lensa yang Anda miliki merupakan lensa auto, maka hal ini tidak berpengaruh dan kamera tersebut tetap bisa menjalankan auto fokus saat pemotretan.

  7. Pengguna yang sama. Mungkin saja Anda sudah menentukan satu atau dua pilihan, namun sebelum benar-benar membeli DSLR pilihan Anda tersebut, cobalah untuk bertanya kepada teman-teman yang sudah menggunakannya lebih dulu atau mencari informasi di forum atau komunitas pengguna DSLR tersebut. Ini akan sangat berguna saat Anda benar-benar sudah membeli kamera DSLR tersebut, Anda sudah mempunyai teman-teman atau komunitas pengguna yang sama untuk saling berbagi pengalaman :).
 Anda punya tips lain memilih kamera DSLR? atau ingin berkomentar mengenai 7 tips tersebut? Silahkan disampaikan di ruang Komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat.      

Thursday, 4 October 2012

Foto Human Interest dengan Kamera DSLR Nikon D3100

foto human interest
- Pedagang Kerak Telor #1 -
Kerak telor adalah salah satu kuliner tradisional khas Jakarta. Namun saat ini jarang sekali kita jumpai pedagang kerak telor, kecuali di tempat-tempat tertentu atau pada even tertentu seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ). Selain di PRJ kadang kita dapat menjumpai padagang kerak telor di daerah Monas.

Nah, pada PRJ 2012 saya mencoba untuk motret pedagang kerak telor. Masih menggunakan Nikon D3100 dan selain dengan Lensa kit saya ingin mencoba juga dengan Lensa Manual Carl Zeiss MC Pancolar. Kesulitan menggunakan Lensa manual yang saya rasakan adalah saat mencari fokus, mungkin karena saat itu sangat minim cahaya menjelang malam --atau mungkin karena sudah terbiasa dengan lensa auto fokus hehe...--.

Sebenarnya ini foto lama yang saya sendiri kurang puas dengan hasilnya, tapi tetap saya sharing disini dengan harapan mendapatkan masukan dari Anda pehobi fotografi, terutama dengan lensa manual. Oh ya .. supaya ada kesan jadul, saya retouch black & white menggunakan photoshop. Berikut data EXIF nya.

Data EXIF untuk Foto "Pedagang Kerak Telor #1"

Camera: Nikon D3100
Lens: Nikkor 18-55 mm f/3.5-5.6
Focal Length: 38 mm
Shutter Speed: 1/160 sec
Aperture: F/5
ISO Speed Rating: 200
Flash: (not detected*) - speedlite YN462

Lokasi: Pekan Raya Jakarta, Kemayoran-Jakarta

foto human interest
- Pedagang Kerak Telor #2 -

Data EXIF untuk Foto "Pedagang Kerak Telor #2"

Camera: Nikon D3100
Lens: (not detected**) - Carl Zeiss MC Pancolar 50mm f/1.8
Focal Length: 50 mm
Shutter Speed: 1/160 sec
Aperture: F/4
ISO Speed Rating: 200
Flash: (not detected*) - speedlite YN462

Lokasi: Pekan Raya Jakarta, Kemayoran-Jakarta

Note:
* Flash YongNuo tidak terdeteksi kamera, menurut saya (cmiiw) kemungkinan karena ini merupakan flash third party dan tidak ada chip sebagai connector ke kamera untuk membaca EXIF datanya.
**Pada foto dengan lensa manual, merek dan tipe lensa juga tidak terdeteksi kamera, penyebabnya sama dengan flash Yongnuo.

Bagaimana menurut Anda megenai penyebab pada "Note" di atas? atau mungkin ingin berkementar mengenai perbedaan kedua foto tersebut dengan lensa yang berbeda? Silahkan di share di ruang Poskan Komentar yaa. Semoga bermanfaat.

Sunday, 23 September 2012

Sekilas Tentang Kamera DSLR

Kamera SLR

SLR adalah singkatan dari Single-Lens Reflex, atau terjemahan bahasa Indonesia brarti Kamera Refleksi Tunggal. SLR, yaitu kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, Focal Plane dan Viewfinder. Sistem tersebut-lah  yang memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya "what you see is what you get".

Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi akan berbeda dengan apa yang ditangkap file, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, satu untuk melewatkan berkas cahaya ke viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.

Kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflex)

Pada prinsipnya, cara kerja kamera SLR dan DSLR adalah sama. Perbedaannya terletak pada teknologi digital. Pada kamera SLR masih menggunakan file sebagai media penangkap, sedangkan kamera DSLR menggunakan CCD dan CMOS.

Apa Saja Komponen pasa Kamera DSLR?

Itu adalah beberapa komponen kamera DSLR, masih banyak komponen lainnya seperti contoh pada gambar "Nikon D3100" pada awal artikel ini.