Showing posts with label kemajuan. Show all posts
Showing posts with label kemajuan. Show all posts

Monday, 5 August 2013

Cina daratkan pesawat tempur di kapal induk

Cina berhasil mendaratkan pesawat tempur di kapal induk baru untuk pertama kalinya, menurut kementerian pertahanan.
Pesawat tempur CIna J-15 mendarat di kapal induk buatan Soviet berukuran 300 meter dalam latihan baru-baru ini.
Liaoning, kapal induk pertama Cina, mulai dioperasikan September lalu.
Cina mengatakan kapal induk itu telah diujicobakan dan akan ditingkatkan kapasitasnya untuk melindungi kepentingan negara.
Para analis mengatakan kapal induk tersebut akan membantu Beijing dalam operasi militer terkait sengketa teritorial.
Cina belum pernah mengumumkan bahwa Angkatan Laut negara itu memiliki teknologi pendaratan secanggih itu, lapor kantor berita AFP.
Pesawat tempur J-15 dapat mengangkut peluru kendali antikapal, udara ke udara dan udara ke darat serta bom dengan presisi khusus, menurut kantor berita Xinhua tanpa menyebut nama sumber di Angkatan Laut.

Sengketa dengan Jepang

Kapal induk Liaoning - nama propinsi Cina tempat kapal itu diremajakan- merupakan kapal bekas Soviet yang dibeli dari Ukraina.
Kapal induk yang semula disebut Varyag dibangun tahun 1980an untuk Angkatan Laut Soviet namun tidak pernah diselesaikan.
Saat Uni Soviet ambruk tahun 1991, kapal ini disandarkan di pelabuhan Ukraina.
Satu perusahaan Cina membeli kapal itu sebagai besi tua untuk dijadikan kasino terapung di Macau namun tahun 2001 kapal itu diangkut ke Cina.
Pihak militer Cina memastikan tahun lalu bahwa kapal tersebut telah dikembangkan menjadi kapal induk pertama negara itu.
Pengembangan kapal induk ini dilakukan pada saat Jepang dan negara-negara lain di kawasan menyatakan keprihatinan tentang kemampuan Angkatan Laut Cina.
Cina dan Jepang terlibat sengketa kepulauan di Laut Cina Timur.
Beberapa negara Asia Tenggara juga terlibat sengketa dengan Beijing terkait Laut Cina Selatan.
Para pemimpin partai komunis Cina menganggarkan miliaran dolar untuk meremajakan angkatan bersenjata.

Thursday, 22 November 2012

Wooww ; Cina Akan Bangun Gedung Tertinggi dalam Tiga Bulan

Beijing - Sebuah perusahaan konstruksi Cina, Selasa, mengungkapkan rencana untuk membangun gedung pencakar langit tertinggi di dunia hanya dalam waktu tiga bulan. Gedung itu, Sky City, akan dibangun di Changsha, Cina tenggara. Bangunan 220 lantai itu akan memiliki ketinggian 2.749 kaki (838 meter).

Sky City akan memiliki properti hunian bagi 17.400 orang, yang dilengkapi dengan fasilitas hotel, rumah sakit, sekolah dan ruang kantor. Penghuni akan menggunakan 104 lift berkecepatan tinggi untuk berkeliling.
Bangunan setinggi setengah mil itu lebih tinggi 32 kaki dari bangunan tertinggi saat ini, Burj Khalifa di Dubai. Biaya pembangunannya diperkirakan hanya setengahnya. Apabila bangunana ini terealisasi, maka sembilan dari 10 pencakar langit tertinggi di dunia akan berada di Asia.
Yang paling mengesankan tentang Sky City adalah bahwa desainernya, Broad Group yang berpusat di Cina, berencana menyelesaikan bangunan itu hanya dalam 90 hari. Kecepatan ini menakjubkan. Setidaknya, lima lantai berdiri setiap hari. Ia menggunakan metode revolusioner di mana blok dibangun di luar lokasi dan dipasang bersamaan untuk menghemat waktu.

Meskipun ada kekhawatiran tentang kekakuan strukturnya, pengembang mengatakan bangunan itu akan mampu menahan gempa berkekuatan 9,0 skala Richter.
Rencana itu bukan janji kosong. Tahun lalu Broad membuat kejutan ketika membangun gedung 30 lantai dalam 15 hari.
Broad, yang berawal sebagai pembuat sistem pendingin udara di tahun 1980-an, akan mempekerjakan 3.000 orang dalam proyek tersebut. Berada di areal seluas 1 juta meter persegi dan menggunakan 200.000 ton baja, Sky City akan menjadi kota mini ketika selesai.
Gedung ini akan memiliki lebih dari 5.000 properti hunian bagi 17.400 orang, serta hotel berkamar 1.000, rumah sakit, lima sekolah dan ruang kantor dengan kapasitas keseluruhan 31.000.

Sky City diperkirakan akan menelan biaya sekitar £ 400 juta (Rp 6,1 triliun), jauh lebih kecil daripada biaya Burj Khalifa £ 940 juta (Rp 14,1 triliun) yang memakan waktu lebih dari lima tahun untuk pembangunanannya.
Broad masih menunggu persetujuan akhir dari pemerintah Cina. Mereka berharap proyek ini dimulai menjelang akhir Desember dan akan selesai sebelum April 2013.
http://www.tempo.co